Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, yang menawarkan peluang di hampir semua sektor ekonomi. Dengan meningkatnya pendapatan yang dapat dibelanjakan, populasi negara ini yang mencapai 261 juta jiwa menjadikannya negara terpadat keempat di dunia. Indonesia merupakan ekonomi terbesar ketujuh berdasarkan daya beli, serta pemimpin di ASEAN, dengan kelas menengah yang terus berkembang, yang menunjukkan minat yang semakin besar terhadap produk dan layanan yang diimpor dari luar negeri.
Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki keragaman budaya yang kaya. Negara ini memiliki lebih banyak kelompok etnis, bahasa, dan budaya dibandingkan negara lain. Di dalamnya terdapat berbagai kelompok etnis, termasuk Jawa, Sunda, dan lainnya, dengan lebih dari 700 bahasa daerah yang diakui.
Indonesia memegang peran penting dalam perekonomian dunia sebagai mitra dagang barang terbesar ke-24. Ekspor barang mencapai USD 7,4 miliar, sedangkan impor barang mencapai USD 20,2 miliar.
Kebijakan pemerintah Indonesia, sumber daya alam yang melimpah, dan angkatan kerja muda telah membentuk kinerja ekonomi negara ini.
Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, menawarkan peluang di hampir setiap sektor ekonomi. Dengan meningkatnya pendapatan disposable, 261 juta penduduk negara ini menjadikannya negara terpadat keempat di dunia. Indonesia merupakan ekonomi terbesar ketujuh berdasarkan daya beli, dan pemimpin di ASEAN, dengan kelas menengah yang terus berkembang, yang menunjukkan minat yang semakin besar terhadap produk dan jasa yang diimpor dari luar negeri.
Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar ketiga di dunia, Indonesia memiliki keragaman budaya yang kaya. Negara ini memiliki lebih banyak kelompok etnis, bahasa, dan budaya dibandingkan negara lain. Terdapat beberapa kelompok etnis, termasuk Jawa, Sunda, dan lainnya, dengan lebih dari 700 bahasa daerah yang diakui.
Indonesia memegang peran penting dalam perekonomian dunia sebagai mitra dagang barang terbesar ke-24. Ekspor barang mencapai USD 7,4 miliar, sedangkan impor barang mencapai USD 20,2 miliar.
Kebijakan pemerintah Indonesia, sumber daya alam yang melimpah, dan angkatan kerja yang muda telah membentuk kinerja ekonomi negara ini.
Negara ini juga semakin terbuka terhadap perdagangan internasional selama setengah abad terakhir.
Bagi perusahaan asing yang menjual langsung kepada pemerintah dan perusahaan milik negara, sangatlah penting untuk memanfaatkan jasa agen atau distributor lokal. Terkadang, perusahaan diwajibkan oleh undang-undang untuk menggunakan jasa mereka.
Pada tahun 2021, Presiden Indonesia secara resmi meluncurkan Sistem Penyampaian Tunggal Online (OSS), sebuah platform berbasis web untuk penerbitan izin usaha guna memfasilitasi pengusaha mulai dari skala mikro hingga besar. Tujuannya adalah menyesuaikan proses perizinan usaha dengan tingkat risiko serta meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia.
Pemerintah menyatakan akan terus memangkas peraturan yang berpotensi menghambat perizinan usaha dan investasi, serta menyerukan transparansi antara pejabat pemerintah dan pengusaha dalam proses perizinan usaha. Mereka juga menerbitkan memorandum untuk meningkatkan investasi dan pendapatan negara serta memperlancar aliran investasi ke dalam negeri.
Bagi perusahaan asing yang masuk ke negara ini, Indonesia merupakan pasar yang menguntungkan, dan perusahaan-perusahaan tersebut perlu memahami budaya Indonesia serta preferensi konsumen lokal.
Faktor-faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian di Indonesia adalah harga, pembiayaan, keterampilan teknis, dan layanan purna jual. Merek yang memasuki pasar harus berinvestasi dalam pelatihan staf lokal mereka untuk berbagai tingkat senioritas di dalam perusahaan.
Peluang Pasar di Indonesia
Konsumen Indonesia telah dinobatkan sebagai yang paling percaya diri di dunia, dan Indonesia merupakan negara muda dengan hampir 43 persen dari 277 juta penduduknya berusia di bawah 25 tahun.
Peluang pasar yang berkaitan dengan konsumen terus memimpin ekspansi di negara dengan populasi keempat terbesar di dunia ini, dan pertumbuhan di sektor ritel, kesehatan, pendidikan, telekomunikasi, serta jasa keuangan telah mengalami ledakan.
Pasar penerbangan Indonesia merupakan yang tumbuh tercepat kedua di dunia, dan pasar perbankan yang kompetitif dan terus berkembang menawarkan peluang signifikan bagi penyedia peralatan TI dan perbankan, perangkat lunak, serta teknologi. Terdapat peluang di bidang infrastruktur telekomunikasi serta suku cadang dan layanan penggantian pesawat terbang. Peralatan telekomunikasi, layanan, dan satelit tetap menjadi bidang yang sangat menjanjikan bagi produk dan layanan dari pasar Barat yang memiliki keunggulan teknologi relatif.
Infrastruktur publik Indonesia yang masih kurang berkembang menghadirkan peluang di bidang penerbangan, perkeretaapian, pelabuhan, transportasi darat, dan proyek infrastruktur utilitas publik seperti pasokan air, sistem air limbah, dan fasilitas pengelolaan sampah. Peluang yang sedang berkembang meliputi minyak kelapa sawit, pengolahan biofuel, energi bersih, efisiensi energi, serta teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi lokal, bendungan, dan proyek konversi limbah menjadi energi. Terdapat peluang bagi produsen pertahanan AS untuk menjual berbagai jenis pesawat militer, kendaraan, sistem komunikasi, suku cadang, dan layanan pemeliharaan.
Pendidikan dan pelatihan profesional, peralatan medis, serta komoditas pertanian AS berkualitas tinggi tetap unggul meskipun harganya lebih tinggi.
Tantangan berbisnis di Indonesia
Tantangan signifikan berkisar pada hubungan ketenagakerjaan, perlindungan kekayaan intelektual, serta aturan yang transparan dalam menetapkan dan menerapkan standar serta sertifikasi. Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan rencana untuk mengurangi birokrasi guna memfasilitasi investasi.
Perlindungan kekayaan intelektual merupakan perhatian penting bagi merek asing di Indonesia. Namun, sebagai perkembangan positif, Indonesia telah membentuk Satuan Tugas Penegakan Kekayaan Intelektual baru untuk meningkatkan koordinasi penegakan KI.
Perusahaan asing yang masuk ke Indonesia harus memperhatikan persyaratan tambahan untuk pengujian dan sertifikasi yang diberlakukan pada berbagai produk.
Masalah lain yang dihadapi banyak eksportir yang menargetkan tender pemerintah adalah lingkungan penetapan harga yang tidak transparan dan persyaratan kandungan lokal.
Produsen yang menjual barang atau jasa melalui platform e-commerce dengan “kehadiran signifikan” di negara ini dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen atas semua transaksi di Indonesia. “Kehadiran signifikan” ditentukan berdasarkan penjualan bruto atau jumlah transaksi pelanggan.
Tantangan signifikan dalam berbisnis di Indonesia adalah:
- Inefisiensi birokrasi
- Keterlambatan dalam pengadaan lahan untuk proyek infrastruktur
- Penegakan kontrak yang lemah
- Keterlambatan dalam menerima pengembalian kelebihan pembayaran pajak badan
Sektor energi dan pertambangan masih menghadapi hambatan investasi asing yang signifikan, dan semua sektor membutuhkan perlindungan serta penegakan hak kekayaan intelektual yang lebih efektif.
Terlepas dari beberapa tantangan ini, Indonesia terus menarik investasi asing dalam jumlah besar. Menurut Survei Investasi Langsung Terkoordinasi IMF 2020, sumber investasi asing terbesar bagi negara ini berasal dari Singapura, Amerika Serikat, Belanda, Jepang, dan Tiongkok.
Konsumsi swasta menjadi pendorong utama perekonomian terbesar di ASEAN, menjadikan Indonesia sebagai tujuan yang menguntungkan bagi berbagai merek dan industri.
Ingin membawa merek Anda ke Indonesia? Kami secara konsisten diakui sebagai salah satu lembaga riset pasar terkemuka di dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://kadence.com/en-us/office/indonesia/ dan unduh profil lembaga kami.

