Tantangan
Asahi Europe and International adalah produsen bir global yang mengelola sejumlah merek bir ternama. Inovasi menjadi bagian penting dari bisnisnya, termasuk dalam cara Asahi melakukan riset.
Asahi bermitra dengan Kadence International dalam studi percontohan untuk mengeksplorasi penggunaan realitas tertambah (augmented reality atau AR) dalam pengujian kemasan. Studi ini berfokus pada Fuller’s London Pride, salah satu merek unggulan Asahi. London Pride sudah menjadi ale nomor satu di London. Untuk memperluas jangkauannya kepada penikmat ale di seluruh Inggris, Asahi ingin menguji konsep kemasan baru dengan membandingkannya dengan desain botol yang sudah ada.
Karena London Pride merupakan produk premium, Asahi tertarik mengetahui apakah AR dapat membantu konsumen menilai detail kemasan secara lebih nyata sejak tahap awal pengembangan. Teknologi ini memungkinkan mereka berinteraksi dengan model botol yang tampak realistis di rumah masing-masing, sebuah keunggulan ketika riset berlangsung selama pandemi COVID-19.
Yang kami lakukan
Kami mengundang penikmat ale dari seluruh Inggris untuk mengikuti komunitas daring. Studi ini memiliki dua tujuan: memahami tanggapan konsumen terhadap kedua desain botol sebagai masukan untuk peluncuran produk, dan menilai manfaat AR dalam proses pengujian kemasan.
Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Keduanya melihat desain botol yang ada dan konsep baru, tetapi dalam format yang berbeda. Kelompok pertama melihat gambar dua dimensi yang statis. Kelompok kedua menggunakan model AR buatan tim desain Kadence yang dapat mereka lihat dan putar melalui ponsel.
Peserta kelompok AR diminta menempatkan model botol secara virtual di tempat mereka biasa menikmati minuman di rumah. Mereka kemudian merekam layar sambil menyampaikan pendapat tentang kedua desain.

Dampak riset
Peserta kelompok AR lebih cenderung merasa dapat membayangkan tampilan botol yang sebenarnya. Hal ini juga terlihat dalam tanggapan mereka: tanpa diminta secara khusus, mereka lebih sering menyebut detail yang memberi kesan premium, seperti tekstur timbul pada kaca botol. AR juga memungkinkan mereka membandingkan botol London Pride secara langsung dengan merek pesaing yang mereka miliki di rumah.
Dari sisi bisnis, studi ini memberi Asahi masukan mendalam tentang kedua desain botol. Temuan tersebut dapat disampaikan kepada pelanggan dan menjadi bahan pertimbangan dalam peluncuran botol baru sebagai bagian dari penyegaran identitas merek London Pride.

Dari sisi metode riset, studi ini menunjukkan potensi AR untuk pengujian kemasan dan konsep, baik dalam riset kualitatif maupun, ke depannya, pada skala kuantitatif.
“Dibandingkan dengan peserta yang menilai gambar botol dua dimensi yang statis, peserta yang melihat konsep melalui AR jauh lebih sering mengomentari detail penting yang membuat botol terasa premium. Mereka memperhatikan detail tersebut tanpa diminta dan menjelaskan apa yang mereka sukai. Tanggapan pun muncul secara lebih alami, sehingga kami dapat mengetahui unsur mana yang benar-benar menarik perhatian dan penting bagi mereka. Selain menghasilkan masukan yang lebih rinci, pendekatan ini juga memberi kami kutipan dan rekaman video yang sangat berguna untuk dipresentasikan kepada pelanggan.”
Manajer Wawasan Global, Asahi Europe and International
Asahi Europe and InternationalTonton videonya
Dengarkan Kadence dan Asahi membahas studi kasus ini serta penggunaan AR dalam riset pasar secara lebih mendalam.